PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM BAHASA SMS

Leave a comment

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Tidak bisa dipungkiri bahwa dengan berkembangnya teknologi yang sangat pesat, kebutuhan masyarakat akan barang-barang elektronik semakin besar dan beragam. Barang elektronik yang biasa digunakan masyarakat salah satunya adalah telepon genggam atau yang biasa disebut handphone. Handphone dikenal oleh semua orang sebagai alat penunjang kegiatan sehari-harinya terutama dalam hal komunikasi. Komunikasi melalui handphone sangat banyak kelebihannya daripada menggunakan alat komunikasi lainnya. Itulah sebabnya mengapa handphone menjadi alat komunikasi yang masih tetap popular hingga saat ini.

Salah satu kelebihan handphone adalah layanan SMS (Short Message Service). SMS adalah produk yang menyajikan layanan pesan singkat dengan mengirimkan kumpulan karakter yang tersedia dalam sekali SMS adalah 160 karakter. Pada umumnya, provider menggunakan sistem perhitungan satu tarif per satu SMS. Namun demikian, beberapa provider telepon seluler ada yang menggunakan sistem perhitungan tarif dengan satu karakter.

Tarif SMS yang diberlakukan masing-masing provider menyebabkan para pengguna SMS untuk mencari ide agar komunikasinya dapat berjalan efektif sehingga dapat dimengerti oleh penerima pesan. Berbagai masalah timbul saat pemakaian bahasa yang digunakan ternyata tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kebanyakan ketidaksesuaian ini dibuktikan dengan ditemukannya banyak penyingkatan kata, pemakaian kalimat yang tidak efektif, dan kalimat yang tidak dilengkapi dengan tanda baca atau kelebihan tanda baca. Bentuk penyimpangan ini dapat menyulitkan penerima pesan dalam menerjemahkan pesan. pemakaian campuran kata bahasa Inggris dengan bahasa Indonesia sering ditemukan. Masalah menjadi bertambah ketika penulisan kata bahasa Inggris yang belum secara resmi dibahasaindonesiakan ditulis dengan ejaannya pada lafal bahasa Indonesia. Para pengguna melakukan ragam dalam penulisan tersebut sebab memiliki beberapa dorongan seperti agar dikatakan memiliki kreatifitas, gaul, dan berpengetahuan luas.

Banyak sekali ragam bahasa yang biasa dipakai dalam mengirim SMS, seperti menggunakan emoticon (emotion icon) dan penggunaan bahasa slang. Bahasa yang beragam tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman antara penerima dan pengirim SMS. Kesalahpahaman tersebut bisa disebabkan karena timbul penyingkatan kata yang bermakna ambigu.

1.2. Rumusan Masalah

Dengan adanya latar belakang yang sudah dikemukakan, maka masalah yang berhubungan dalam penggunaan bahasa SMS itu antara lain adalah:
1. Bagaimana penggunaan bahasa yang biasa dilakukan.
2. Bagaimana penggunaan penyingkatan kata.
3. Bagaimana penggunaan berbagai karakter penulisan.
4. Bagimana jenis ketakteraturan yang ditimbulkan oleh bentuk bahasa yang tidak lazim.
5. Bagaimana penyebab kesalahpahaman bisa terjadi dalam penulisan SMS.
6. Bagaimana bentuk bahasa yang sebaiknya digunakan.

1.3. Tujuan

Makalah tentang penggunaan bahasa sms ini bertujuan untuk :
1. Mengetahui bentuk bahasa yang para pengguna SMS dalam mengetik SMS.
2. Mengetahui bentuk ketidakteraturan yang ditimbulkan dari penyimpangan penggunaan bahasa tulis yang digunakan.
3. Mengetahui penyebab penggunaan singkatan, penggunaan berbagai karakter dan penggunaan berbagai bahasa.
4. Mengetahui fungsi penggunaan singkatan, penggunaan berbagai karakter dan penggunaan berbagai bahasa.
5. Mengetahui bentuk bahasa yang sebaiknya digunakan dalam pengetikan SMS.

BAB II
PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM BAHASA SMS

Dengan teknologi GPRS yang tertanam pada ponsel yang banyak beredar saat ini, sangat memungkinkan bagi seorang pengguna ponsel untuk memanfaatkan layanan- layanan seperti: video call, MMS, e-mail, chatting, browsing via ponsel, blogging via ponsel, dan lain-lain. Namun, dengan hadirnya fasilitas yang sudah sangat canggih tersebut, ada satu fasilitas yang masih digunakan dan tetap menjadi favorit masyarakat dari dulu hingga sekarang yaitu Short Message Service (SMS).

Bagi mayoritas pengguna ponsel, SMS sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Mereka sangat sering menggunakan SMS sebagai layanan yang memfasilitasi mereka untuk melakukan percakapan dua arah. Sebenarnya, SMS tidak hanya mengirimkan pesan ke satu nomor tujuan saja, tetapi SMS dapat mengirimkan pesan ke banyak nomor tujuan pada waktu yang sama. Para pengguna SMS sering menggunakan fasilitas SMS tersebut untuk menyebarkan informasi secara berantai yang biasa disebut jaringan komunikasi (jarkom).

Selain murah, penggunaan SMS lebih menjaga kerahasiaan sebuah pesan yang akan disampaikan di depan umum kepada nomor yang dituju. Jika pengguna telepon genggam menggunakan layanan telepon konvensional untuk membicarakan hal yang bersifat pribadi saat pengguna telepon genggam tersebut berada di tempat umum maka orang yang berada disekitar pengguna telepon genggam tersebut dapat dipastikan mendengar hal yang dibicarakan oleh pengguna telepon genggam tersebut dengan lawan bicaranya. Lebih parah lagi jika orang di sekitar pembicara menyimak hal yang bersifat pribadi tersebut. Hal seperti inilah yang tidak disukai oleh kebanyakan para pengguna SMS. Untuk menghindari hal yang seperti itu terjadi, maka lebih aman bagi mereka untuk menggunakan layanan SMS sebagai sarana untuk membicarakan hal penting dan hal pribadi. Begitu banyak manfaat yang diberikan oleh layanan SMS bagi penggunanya. Hal inilah yang mendorong mereka tetap menggunakan SMS hingga saat ini padahal sudah banyak fasilitas-fasilitas lain yang lebih canggih yang ditawarkan oleh telepon genggam dibandingkan dengan SMS.

2.1. Bahasa Dalam SMS

Bahasa yang digunakan dalam mengetik SMS sangatlah beragam. Bahasa-bahasa tersebut dapat berupa bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan bahasa lainnya. Bahasa yang dipakai sangatlah tergantung dari penerima SMS tersebut.

Penggunaan bahasa yang baik dan benar adalah salah satu syarat yang sebaiknya dipenuhi dalam mengetik SMS. Pemenuhan syarat tersebut diperlukan agar kita mempunyai aturan tentang bahasa apa yang sebaiknya digunakan kepada penerima SMS. Bahasa yang digunakan dikatakan baik jika maksud yang diungkapkan dapat dipahami dengan tepat oleh orang yang menerima bahasa tersebut. Situasi tersebutlah yang perlu diperhatikan. Bahasa yang benar kaidahnya belum tentu bahasa yang baik, misalnya jika kita mengirim SMS kepada orang tua tetapi kita menggunakan bahasa sehari-hari yang biasa kita gunakan dengan teman. Jadi, jelas mengapa kita lebih perlu mengetahui bila ingin mengirim SMS dengan menggunakan bahasa yang formal, perlu diperhatikan situasinya.

Bila ditinjau dari situasinya, keefektifan komunikasi melalui SMS harus memperhatikan :

1. Penerima SMS

Yang perlu diketahui ialah bagaimana kedudukan orang tersebut terhadap pengirim SMS. Sebagai contoh, bila mengirim SMS pada orang yang lebih tua, penggunaan bahasa formal adalah pilihan yang tepat. Bahasa yang digunakan sebaiknya menggunakan bahasa yang baku dan kata sapaan yang tepat.

Bila pengirim tidak memerhatikan siapa penerima SMS, dapat terjadi kesalahpahaman. Misal, bila kita mengirim pesan kepada orang yang lebih tua, tetapi kita mengirim pesan dengan banyak singkatan dan bahasa slang, kemungkinan besar maksud dari pesan tersebut tidak dapat dimengerti. Bahasa formal perlu digunakan untuk mengurangi banyak kesalahpahaman pada penerima SMS. Bahasa formal sebaiknya digunakan sesingkatnya dan sejelas mungkin agar tidak membuat jumlah halaman SMS menjadi dua yang berarti membayar dua harga SMS.

2. Waktu

Hal yang perlu diperhatikan selain penerima SMS adalah waktu dan tempat atau kondisi saat kita akan mengirim SMS. Bahasa formal yang diketik dengan baik akan lebih efektif bila benar waktu dan tempat penggunaannya. Sebagai contoh, saat Hari Raya Idul Fitri, kita biasa mengirim ucapan maaf kepada teman namun kita mengetiknya dengan bahasa SMS yang terkesan kurang baku sehingga terlihat permintaan maaf kita seperti main-main. Untuk menghindari kesalahpahaman tersebut sebaiknya digunakan bahasa formal. Dari hal tersebut harus kita pahami bahwa mengirim SMS tidak hanya mengetahui siapa penerimanya tetapi juga waktu atau momen yang sedang berlangsung.

2.2. Penggunaan Bahasa Asing yang Diikutsertakan Dalam Bahasa Indonesia

Bahasa SMS memang sangat beragam. Salah satunya adalah menggabungkan bahasa asing dengan bahasa Indonesia. Para pengguna SMS cenderung menggabungkan bahasa asing dengan bahasa Indonesia karena dinilai lebih kreatif daripada sekedar bahasa Indonesia saja. Penggunaan bahasa gabungan ini akan lebih menarik jika dipakai untuk mengirim pesan-pesan humor yang sering digunakan. Namun, bila kita menggunakan bentuk bahasa seperti ini, penerima SMS akan melihat pesan yang tidak teratur karena pemaduan kata yang mungkin tidak pas.
Ada juga bahasa slang yang sering digunakan dalam bahasa SMS. Bahasa slang atau yang dikenal sebagai bahasa gaul atau bahasa prokem adalah bahasa informal dari bahasa Indonesia yang tak baku. Bahasa ini dipakai dalam percakapan sehari-hari oleh kelompok tertentu misalnya media-media. Bahasa slang umumnya diucapkan sama seperti bahasa Indonesia dan terkadang diadaptasi dari bahasa asing misalnya please menjadi ‘plis’.

Contoh lain yang lebih kompleks adalah menggabungkan bahasa Indonesia dengan bahasa asing. Contohnya “so what gitu loh!”. So what yang bermaksud siapa peduli ditambah gitu yang berasal dari begitu dan loh yang bermaksud mengingatkan dsb. Bahasa slang sering dipakai dalam pengetikan SMS. Bahasa slang layaknya bahasa formal sering dipakai oleh pengguna SMS. Bahasa slang memang menarik sekali untuk dipakai dalam SMS.

Beberapa alasan yang membuat bahasa slang biasa dipakai remaja dalam SMS:

1. Bahasa slang mudah diterima pemakaiannya.
2. Kata-kata bahasa slang mempermudah kata Indonesia yang terlalu panjang.
3. Bahasa slang dipakai agar beberapa orang tidak mengerti apa yang dibicarakan.
4. Menggunakan bahasa slang membuat kita dinilai trendi dan tidak ketinggalan jaman.

2.3. Penyingkatan Kata Formal

Penyingkatan kata formal adalah proses menyingkat kata formal atau kata baku bahasa Indonesia dengan cara menghilangkan beberapa huruf penyusun katanya. Saat penerima pesan menerima penyingkatan semacam ini, umumnya penerima pesan akan mengerti maksud dari informasi tersebut. Hal ini disebabkan oleh pengalaman seseorang dalam membaca sehingga saat ia membaca singkatan kata tersebut maka ia akan mengerti maksud singkatan itu secara reflek.

Berikut ini adalah beberapa aturan penyingkatan kata formal yang umumnya dilakukan masyarakat pengguna SMS:

a. Penyingkatan bahasa formal dilakukan dengan cara menghilangkan
huruf vokal pada kata. Sebagai contoh ‘belajar’ disingkat ‘bljr’, ‘teman’
disingkat ‘tmn’, ‘tugas’ disingkat ‘tgs’, ‘karya tulis’ disingkat ‘kry tls’.

b. Pada huruf vokal atau huruf diftong yang terletak di awal kalimat tidak
dihilangkan. Sebagai contoh ‘induk’ disingkat ‘indk’, ‘intan’ disingkat
‘intn’, ‘ilmiah’ disingkat ‘ilmh’.

c. Huruf diftong akan dihilangkan apabila terletak di tengah kata utuhnya yang mengandung lebih dari dua huruf vokal . Sebagai contoh ‘ilmiah’ disingkat ‘ilmh’, ‘bagian’ disingkat ‘bgn’. Pada kata yang hanya memiliki sebuah huruf diftong di awal atau di akhir kalimat maka huruf diftong akan di tulis utuh atau diganti dengan sebuah huruf lain. Sebagai contoh kata ‘aula’, ‘air’, ‘uang’ tidak mengalami penyingkatan. Pada kata ‘bau’ disingkat ‘bo’ dan kata ‘semua’ disingkat ‘smw’

d. Penyingkatan pada kata yang diawali imbuhan dilakukan dengan menghilangkan semua imbuhan di awal kata kecuali huruf awalnya dan menambahkan sebuah tanda petik (‘) setelahnya. Sebagai contoh kata ‘mengerjakan’ disingkat ‘m’krjkn’, ‘berusaha’ disingkat ‘b’ush’, ‘pengrusakan’ disingkat ‘p’rskn’.

e.Pada kata yang mengandung gabungan dua huruf konsonan seperti ng, ny, dan sy dapat disingkat dengan menghilangkan salah satu dari kedua konsonan tersebut atau kedua hurufnya ditulis utuh. Sebagai contoh kata ‘minyak’ dapat disingkat ‘myk’ atau ‘mnyk’, ‘senang’ disingkat ‘snng’ atau ‘sng’, ‘syaitan’ disingkat ‘stn’. Pada kata gabungan konsonan ny yang berarti kepunyaan (biasanya berada di akhir kalimat) mengalami banyak variasi penyingkatan. Pada kata ‘miliknya’ ada yang menyingkat ‘mlkny’, ‘mlkna’, ‘mlkx’, dan masih banyak lagi.

2.4. Penyingkatan Kata Nonformal

Pada umumnya, aturan penyingkatan kata nonformal sama dengan penyingkatan formal, tetapi penyingkatan nonformal memiliki aturan yang lebih beragam. Sebuah kalimat akan memiliki singkatan yang berbeda antara seorang remaja dengan remaja lain. Beberapa pengguna SMS juga menggunakan beberapa huruf sembarang kapital. Huruf sembarang capital adalah huruf yang letaknya tidak sesuai dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Alasan yang umum dikatakan oleh pengguna SMS tentang perilaku ini adalah agar terkesan bersahabat, centil, dan sebagainya. Beberapa pengguna SMS menggunakan gabungan antara huruf dengan angka. Angka yang digunakan biasanya mewakili dari huruf yang diubah. Berdasarkan bentuknya, angka tersebut memiliki kemiripan dengan huruf yang diganti. Jenis lain dari SMS yang menggunakan paduan huruf dengan angka adalah penggunaan huruf awalan imbuhan dengan mengganti angka untuk mewakili beberapa huruf.

Pada kenyataannya, keambiguan singkatan sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengantisipasinya, cara yang paling jitu adalah jangan terlalu banyak menghilangkan huruf vokal. Sebab huruf vokal adalah kunci untuk menerjemahkan singkatan kata yang bermakna ganda.

2.5. Penggunaan Emoticon (Emotion Icon)

Pada SMS yang masuk di inbox, Bisa terdapat beberapa karakter seperti tanda titik dua, kurung tutup, tanda titik koma dan tanda lain yang terangkai.Karakter tersebut bila dibaca miring akan tampak beberapa lambing wajah. Contohnya, tertulis karakter berikt antara teks SMS  dan bila dilihat dengan memiringkan kepala.

Emoticon adalah simbol yang digunakan untuk menunjukkan emosi dalam bahasa tulis. Kata emoticon adalah kependekan dari kataemotion (emosi) danicon (ikon/lambang). Saat ini, penggunaan emoticon sangat berkembang, selain simbol senyum tersebut dapat ditemukan berbagai karakter yang mengekspresikan sang penulis atau maksud teks tersebut.
Mungkin secara alami, rasa percaya dan kedekatan personal akan lebih mudah timbul, dengan memperhatikan tanda-wajah lawan bicaranya. Dalam hal ini,emoticon akan lebih lancar merepresentasikan mimik lawan bicara, ketimbang teks semata. Bayangkan bila tak ada emoticon. Pesan yang Anda kirim akan terasa datar. Anda akan kesulitan menyisipkan konteks pesan, apa bermuatan serius, santai, atau malah sedang bercanda. Oleh karenanya, walaupun terlihat remeh, emoticon sangat berguna untuk kelancaran komunikasi pesan teks.

BAB III
KESIMPULAN

Bahasa SMS (Short Message Service) merupakan salah satu contoh bahasa yang terdiri dari bahasa yang beragam. Sebab di dalam penggunaannya, banyak terjadi ‘evolusi’ bahasa yang berasal dari kreativitas pengirim SMS. Bahasa yang dipakai tersebut berasal dari bahasa formal Indonesia yang baik dan benar. Bahasa formal itulah yang dipakai berdasarkan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) yang tepat penggunaanya berdasarkan situasi sang pengirim SMS.

Berdasakan jenis bahasa yang disingkat, penyingkatan kata dibedakan penyingkatan kata formal, penyingkatan kata bahasa asing, dan bahasa slang yang paling sering digunakan dalam komunikasi. Pada masing-masing jenis penyingkatan terdapat aturan tersendiri yang lebih spesifik.
Penggunaan bahasa SMS sebaiknya disesuaikan dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahasa Indonesia memiliki aturan yang terangkum dalam EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) sehingga dalam penggunaannya tidak akan ditemukan keambiguan dan segala hal yang dapat menyulitkan pembaca dalam menerjemahkan informasi. Pengguna bahasa SMS sebaiknya juga dapat mengerti dan memahami bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pengguna yang hanya menguasai bahasa SMS saja dapat mengakibatkan kesulitan beeradaptasi terhadap orang lain yang baru ia kenal dan beraneka ragam karakter. Dengan memahami aturan EYD, maka pengguna SMS dapat menyesuaikan bahasa yang pantas untuk pembaca sehingga komunikasi berjalan efisien.

Bahasa SMS sebagai ragam bahasa hendaknya mendapat kontrol dari pemerintah agar semua kalangan masyarakat dapat memahami hakikat bahasa SMS dan menanamkan rasa tanggung jawab kepada mereka untuk tetap mempelajari aturan bahasa Indonesia. Melalui penyuluhan yang dikemas dengan baik, maka hal ini dapat berjalan dengan baik bahkan masyarakat sendiri yang akan berpartisipasi membantu program pemerintah ini.

Garis besarnya adalah, Bahasa Indonesia yang merupakan identitas dari bangsa Indonesia harus tetap dijaga dan dilestarikan sebab bahasa Indonesia merupakan aset dan kepribadian bangsa.

(Hanifa Rahmawati. Sastra Inggris 2010. Universitas Brawijaya)

DAFTAR PUSTAKA

http://en.wikipedia.org/wiki/Emoticon

http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_common_emoticons

http://teknologi.vivanews.com/news/read/63-simbol_ekspresi_dari_ujung_jari

http://messenger.msn.com/Resource/Emoticons.aspx

http://google.com/hakikat_bahasa

About these ads

Author: Hanifa Rahmawati

English-Indonesian and Indonesian-English Translator|Feel free to contact for any work you want to translate|Public relation specialist to be|English Literature student of Brawijaya University, Malang, Indonesia|E-mail: rahmawatihanifa@gmail.com|Facebook: Hanifa Rahmawati|Twitter: @hanifarahma|Skype: hanifarahma|Mobile: 08563595339

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.